PENDAPATAN NASIONAL INDONESIA

            Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai pendapatan yang diperoleh oleh suatu negara dalam melakukan kegiatan ekonomi pada negara tersebut. Baik kegiatan ekonomi yang dilakukan didalam negara itu sendiri, maupun negara tersebut mendapatkan hasil pendapatan dari penjualan barang dan jasa ke luar negri.

      Untuk memperoleh pendapatan nasional yang maksimal, kita sebagai warga negara dididik dan dilatih untuk dapat mengalokasikan sumber daya yang ada di sekitar agar memperoleh keuntungan yang maksimal.

            Pendapatan nasional yang diperoleh suatu negara seharusnya dapat dinikmati oleh setiap rakyatnya. Namun, pada faktanya saat ini di Indonesia, pendapatan nasional belum dapat dinikmati oleh seluruh rakyatnya. 

Bukankah ini tidak adil?

Referensi : Rahardja, Pratama. 2016. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi). Jakarta : Universitas Indonesia.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mantull , tapi kita harus pintar mengetahui struktur perekonomian negara dan
    Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara, dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu😎

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat sekali tolong kembangkan lagi

    BalasHapus
  4. mantap. apalagi kita sebagai mahasiswa yang menjadi tombak penerus negara ini. kita harus mampu kenelaah menganalis degala sesuatu yang terjadi dinegara ini sesuai dengan asumsi dan fakta-fakta yang real, sperti masalah yang terjadi di negara ini misal kemiskinan, oengangguran, dan juga ketimpangan.

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat kak! Terimakasih

    BalasHapus
  6. Siiip. Indonesia banyak memiliki kekayaan alam pula dan seharusnya itu untuk rakyat indonesia. Setidaknya kita yg mahasiswa yg akan meneruskan bagaimana jalannya perekonomian negara kelak. Kerenn lu

    BalasHapus
  7. Sangat membantu sekali terutama untuk mahasiswa,terus berkarya mbak

    BalasHapus
  8. Sangat sangat sangat bermanfaat bagi pembacaa teruskan bakatmu nak

    BalasHapus

Posting Komentar